The Yaqowiyu Tradition and the Implementation of Islamic Values of Generosity From the Exemplary of Kiai Ageng Gribig in Jatinom, Klaten
DOI:
https://doi.org/10.21154/aicied.v3i0.1674Kata Kunci:
Tradisi; Yaqawiyu; Kedermawanan; Kiai Ageng GribigAbstrak
Yaqowiyu merupakan salah satu warisan budaya religius yang tumbuh dan berkembang di Jatinom, Klaten, sebagai bentuk penghormatan terhadap keteladanan Kiai Ageng Gribig, seorang ulama karismatik penyebar Islam di tanah Jawa. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan safar, dengan kegiatan pembagian kue apem yang sarat makna simbolik dan nilai-nilai sosial keagamaan, khususnya nilai kedermawanan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam memperkenalkan ajaran Islam di Wilayah yang kini dikenal sebagai Jatinom memiliki salah satunya aspek tradisi masyarakat. Sebaran Apem Ya Qowiyyu adalah bagian dari warisan budaya Ki Ageng Gribig yang diteruskan kepada masyarakat yang kemudian dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai kedermawanan Islam dalam tradisi Yaqowiyu serta menelaah keteladanan Kiai Ageng Gribig menjadi sumber inspirasi dalam pelaksanaannya di masyarakat Jatinom. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Yaqowiyu tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya dan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam, terutama kedermawanan, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Sebaran apem sebagai simbol sedekah menjadi bentuk nyata pengamalan ajaran Islam tentang berbagi rezeki dan mempererat ukhuwah. Nilai-nilai tersebut berakar dari ajaran dan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang menekankan pentingnya amal sosial dan kasih sayang terhadap sesama umat. Dengan demikian, tradisi Yaqowiyu memiliki relevansi yang tinggi dalam membentuk karakter dermawan dan memperkuat kohesi sosial masyarakat di era modern.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ratna Etikasari Agus, Medina Nur Asyifah Purnama

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
1.png)