Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran strategis organisasi pemuda budaya dalam menyalurkan nilai-nilai lokal kepada keluarga dan anak-anak, serta kontribusinya dalam mendukung perkembangan karakter dan ketahanan keluarga di era digital. Salah satu aktivitas utama yang diamati adalah SINUKARTA (Sinau Babagan Ngayogyakarta), sebuah program edukasi yang diciptakan oleh Forum Pemuda Budaya Kota Yogyakarta untuk mempelajari dan menghayati nilai-nilai budaya, sejarah, serta kearifan lokal yang khas dari Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi sarana belajar antargenerasi yang mengintegrasikan praktik budaya, spiritualitas Islam-Jawa, dan seni tradisional dalam konteks yang relevan. Dasar latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena menurunnya komunikasi dalam keluarga yang disebabkan oleh dominasi media digital, serta perlunya menjaga nilai-nilai budaya sebagai landasan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada kasus Forum Pemuda Budaya Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan dokumentasi berbagai kegiatan budaya seperti SINUKARTA, pelatihan seni, pengajian Islam-Jawa, permainan tradisional, dan pengajaran tembang macapat. Analisis data dilakukan secara tematik dengan proses penyaringan data, pengodean manual, identifikasi tema, serta pemetaan interaksi antar unsur budaya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi budaya berfungsi sebagai wadah pendidikan non-formal yang berhasil dalam menyampaikan nilai-nilai kesopanan, empati, spiritualitas, dan tanggung jawab melalui praktik sosial yang melibatkan berbagai generasi. Anak-anak yang berpartisipasi mengalami kemajuan dalam aspek moral, sosial, dan spiritual, sedangkan keluarga yang mendukung kegiatan ini memperkuat komunikasi dan ketahanan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi budaya dapat berperan sebagai penghubung antara pendidikan formal, keluarga, dan ruang publik, serta sebagai agen dalam mentransformasi nilai lokal yang sesuai dengan tantangan zaman.
