Abstract
Penelitian ini mengkaji secara tematik karakteristik istri dalam Al-Qur’an dengan menyoroti figur-figur perempuan dalam kisah para nabi sebagai representasi karakter istri shalihah dan ghair shalihah serta relevansinya terhadap peran perempuan di ranah domestik dan publik. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu‘i (tematik) melalui studi kepustakaan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung istilah zauj dan imra’ah. Sumber data mencakup Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia yang membahas kisah istri dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menampilkan karakter istri shalihah pada figur Siti Hawa, Siti Hajar, Asiyah, Istri ‘Imran, dan Ibu Nabi Musa sebagai teladan kesabaran, keimanan, keteguhan, dan kemandirian, sedangkan figur seperti istri Nabi Nuh, istri Nabi Luth, istri al-‘Aziz, dan istri Abu Lahab menjadi cerminan sifat yang harus dihindari. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang istri bukan sekedar pelengkap dalam rumah tangga, tetapi mitra sejajar yang berperan aktif di ranah domestik dan publik, sekaligus agen moral dan spiritual dalam membangun keluarga serta masyarakat beriman dan berkeadaban.
