GERAKAN SOSIAL KOMUNITAS SANTRI MENGHADAPI RADIKALISME DI MEDIA
PDF

Keywords

Santri
Gerakan Sosial
Media
Radikalisme

Abstract

Pesantren sebagai wadah pengajaran nilai-nilai keIslaman tidak luput dari paparan gerakan radikalisme dan ekstrimisme. Fenomena tersebut perlu menjadi refleksi, mengingat sejarah panjang pesantren dalam menjadi rujukan wacana keagamaan di masyarakat. Tulisan ini merupakan riset kualitatif, dengan jenis studi pustaka. Metode kualitatif digunakan sebagai perangkat untuk mengakses data terkait dengan tantangan santri terhadap sejumlah isu yang berhubungan dengan gerakan maupun pandangan tentang radikalisme dan ekstrimisme yang beredar di media sosial. Adapun sumber data penelitian ini merujuk pada literatur yang menyoroti gerakan santri yang telah dilakukan dalam menghadapi kedua isu tersebut. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan gerakan sosial dengan tiga komponen utama, framing processes, political opportunity structures, dan resource mobilization. Hasilnya, pesantren perlu melakukan transformasi terhadap kontra narasi radikalisme khususnya di media sosial. Perlunya menekan kesadaran bahwa kontestasi di ruang digital hari ini, telah sampai pada perebutan wacana berbagai pihak. Realitas ini menempatkan tanggung jawab moral sekaligus intelektual bagi para santri, bahwa perlunya transformasi dari sekadar keterlibatan pasif menjadi gerakan sosial berbasis produksi wacana. Sehingga melahirkan gerakan sosial berbasis digital yang menggabungkan nilai-nilai tradisional pesantren dengan strategi komunikasi digital modern, demi menjaga ekosistem ruang publik digital tetap damai, rasional, dan moderat.

PDF