ANALISIS BAHASA AL-QUR’AN BERBASIS BIG DATA: Kajian Korpus Dan Semiotika

Abstract

Penelitian ini menelaah cara menggabungkan teknik big data dengan linguistik korpus untuk meneliti bahasa Al‑Qur’an, dengan mengandalkan dua sumber digital utama: proyek Tanzil dan Quranic Arabic Corpus (QAC). Kedua basis data tersebut menyediakan teks yang telah terdigitalisasi lengkap dengan tokenisasi, anotasi morfologis, dan penanda semantik, sehingga memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti terhadap struktur morfologi, sebaran leksikal, serta pola‑pola semantik yang sebelumnya sulit dijangkau lewat metode tradisional. Fokus kajian diarahkan pada analisis semantik leksem nashara beserta turunannya, dengan tujuan menunjukkan bagaimana data digital dapat mengungkap frekuensi kemunculan, variasi bentuk morfologis, hubungan kolokatif, dan prosodi semantik secara terukur. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pendekatan big data berhasil memetakan pola‑pola bahasa Al‑Qur’an secara empiris, terutama dalam mengungkap relasi sintagmatik‑paradigmatik serta kecenderungan makna kontekstual yang muncul dalam berbagai ayat. Namun, analisis juga menyoroti keterbatasan platform digital seperti QAC, yang tidak memuat konteks historis, sosial, maupun hubungan intertekstual yang menjadi fondasi penting dalam kajian ’ulūm al‑Qurʾān. Oleh karena itu, riset berbasis data perlu dipadukan dengan pendekatan tafsir dan hermeneutik agar interpretasi tidak menjadi reduksionistik. Penelitian ini berkontribusi memperkuat metodologi studi Al‑Qur’an yang berbasis data digital dan menawarkan model analisis linguistik yang mengintegrasikan teknologi modern dengan tradisi keilmuan Islam klasik, sehingga memperkaya pemahaman tentang struktur dan makna teks suci secara lebih komprehensif.

PDF