Abstract
Santriwati penghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Mambaul Ulum dihadapkan pada tuntutan ganda yang tinggi yaitu mempertahankan hafalan (tahfiz) dan mematuhi disiplin pondok yang sangat padat. Tekanan ini sering memicu stres, kelelahan, dan kemalasan, yang mengancam kinerja tahfiz. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam hubungan kausal antara internalisasi nilai-nilai Al-Qur'an terhadap pembentukan resiliensi santriwati, serta menguji implikasi ganda resiliensi tersebut terhadap kinerja pembelajaran tahfiz dan potensi ketahanan keluarga di masa depan. Konteks pondok pesantren ini berfungsi sebagai demanding environment yang ideal untuk menguji mekanisme adaptif. Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan santriwati (remaja) yang mengalami kesulitan dan para pembimbing pondok. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi peran resiliensi sebagai variabel mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Resiliensi berperan sebagai variabel mediator yang efektif. Nilai-nilai Al-Qur'an, khususnya sabar, tawakal, dan birrul walidain, menjadi faktor internal (i am) yang vital. Dorongan birrul walidain (tujuan transenden) terbukti menjadi sumber optimisme dan motivasi tinggi santriwati untuk bangkit dari rasa ingin menyerah, mengonversi kesulitan menjadi istiqāmah. Implikasi temuan ini bersifat ganda, yaitu menunjukkan bahwa resiliensi santriwati tidak hanya berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja pembelajaran tahfiz, melalui penguatan manajemen emosional dan keterampilan pemecahan masalah (i can) yang mendorong konsistensi endapan hafalan serta menjaga kualitas muroja'ah, tetapi juga berfungsi sebagai prediktor ketahanan keluarga, karena karakteristik resiliensi yang terasah di pondok, seperti ketahanan diri, ketahanan adaptasi, dan tanggung jawab, menjadi modal penting bagi santriwati dalam menghadapi sesi serta fungsi keluarga yang fungsional dan resilien di masa mendatang. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Resiliensi santriwati berfungsi melampaui capaian akademik Tahfiz, menjadikannya fondasi karakter yang memiliki signifikansi ganda, sehingga mampu menjamin bukan hanya output spiritual-akademik, tetapi juga output sosial-familial yang kuat.
