Abstract
Penelitian ini menganalisis sinergi bahasa Sunda dalam konseling Islam berbasis digital bagi generasi zilenial di wilayah perkotaan Jawa Barat. Menggunakan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan konselor dan klien yang aktif menggunakan layanan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Sunda memperkuat hubungan terapeutik melalui pendekatan yang personal, adaptif, dan relevan secara budaya. Bahasa Sunda menciptakan rasa nyaman, memperkuat pesan Islami, dan meningkatkan keterbukaan klien, terutama di wilayah dengan identitas budaya Sunda yang kuat. Dengan teknologi digital, bahasa Sunda berfungsi sebagai medium untuk menjembatani nilai-nilai budaya dan kebutuhan modern generasi zilenial. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konseling Islam berbasis budaya lokal di era digital.
