KAJIAN LITERATUR: TERAPI DZIKIR DALAM KONSELING SUFISTIK UNTUK MENJAGA KETAHANAN EMOSIONAL

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai penerapan terapi dzikir dalam konseling sufistik sebagai upaya untuk menjaga ketahanan emosional keluarga. Fokus utama dari kajian ini adalah bagaimana praktik dzikir dapat diintegrasikan dalam proses konseling sufistik sehingga mampu menjadi sarana efektif dalam menjaga stabilitas emosi agar terciptanya keharmonisan hubungan antar anggota keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik  kajian literatur, yang memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, serta menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan topik. Pengumpulan data dilakukan melalui proses penelusuran literatur, dengan batasan waktu publikasi mulai tahun 2015 hingga 2025 agar memperoleh data yang mutakhir dan kontekstual. Kata kunci yang digunakan dalam proses pencarian mencakup istilah “terapi dzikir”, “konseling sufistik”, serta “emosional keluarga”. Setelah berbagai literatur terkumpul, peneliti melakukan analisis data melalui beberapa tahapan sistematis, yaitu reduksi data untuk menyaring informasi penting, penyajian data dalam bentuk ringkasan tematik, serta penarikan kesimpulan berdasarkan hasil sintesis data yang telah diolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terapi dzikir dalam konseling sufistik memiliki dampak positif yang signifikan terhadap ketahanan emosional keluarga. Terapi ini membantu individu dalam keluarga untuk lebih tenang, sabar, dan mampu mengontrol emosi ketika menghadapi permasalahan rumah tangga. Selain itu, dzikir juga menjadi sarana spiritual yang memperkuat ikatan batin antar anggota keluarga sehingga mampu mengurangi potensi konflik dan mempererat hubungan emosional. Melalui konseling sufistik, keluarga dapat lebih mudah menemukan solusi terhadap permasalahan internal tanpa harus mengedepankan emosi negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling sufistik berbasis terapi dzikir efektif untuk menjaga ketahanan emosional keluarga.

PDF