Abstract
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi pemerintah untuk mngendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga. Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo masih terdapat Pasangan Usia Subur (PUS) yang menunjukan resistensi terhadap program tersebut, angka unmeet need yang tidak sesuai target BKKBN sebesar 12,55%, jauh melampai target nasional sebesar 7,40% untuk tahun 2024. Fenomena resistensi ini berpotensi menghambat keberhasilan program KB, isu kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga rumusan masalah: faktorfaktor yang mempengaruhi resistensi PUS terhadap program KB, bentuk-bentuk resistensi PUS terhadap program KB, dan upaya yang dilakukan PLKB mengatasi resistensi PUS terhadap program KB.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dangan pendekatan studi kasus, melibatkan tujuh pasangan usia subur dan dua PLKB sebagai informan kunci, pengambilan sampel menggunakan sampel terpilih (Purposive Sampling). Pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumen. Analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri dari empat yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan Kesimpulan verifikasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan tehnik triangulasi dengan menggabungkan berbagai tehnik pengumpulan data dan sumber data.
Hasil penelitian menunjukan resistensi PUS dipengaruhi oleh faktor relasi gender dan dukungan keluarga, nilai sosial budaya, persepsi resiko, pengalaman pribadi, akses informasi, pemahaman keagamaan, kondisi geografis, literasi KB, dan persepsi kualitas pelayanan KB. Bentuk resistensi mencakup resistensi kognitif (keyakinan dan pemahaman yang keliru, afektif (perasaan takut, cemas, dan tidak nyaman), serta perilaku (penolakan langsung, penghentian penggunaan, atau penghindaran KB). Upaya PLKB meliputi edukasi bertahap dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, melibatkan tokoh masyarakat, melakukan komunikasi empatik dan tidak menghakimi, serta kunjungan rumah dengan pendekatan humanis.
