REKONTRUKSI FITRAH PEREMPUAN DALAM AL QUR’AN: PERSPEKTIF DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN

Abstract

Konsep fitrah perempuan dalam al-Qur’an selama ini sering dipahami secara sederhana yaitu sebagai kodrat biologis yang membatasi peran perempuan pada ruang domestik semata. tulisan ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekaatan library reseach. Ayat-ayat fitrah perempuan yang dianalisis dalam tafsir tersebut adalah QS. An-Nisa ayat 1, QS. Al-Ahzab ayat 35, QS. Ar-Rum ayat 30, QS. Al-Baqarah ayat 187, QS. An-Nahl ayat 97. dianalisa dengan metode Double Movement dari Fazlur Rahman yang merupakan metode dalam menafsirkan al-Qur’an untuk memahami pesan moral universal al-Qur’an memerlukan pendekatan yang memperhatikan kontekstual ayat dan dinamika masyarakat modern, untuk disajikan secara deskriptif. Fitrah perempuan dalam Al Qur’an tidak merujuk pada kodrat biologis semata, tetapi pada potensi kemanusiaan yang setara dengan laki-laki. Ayat-ayat seperti QS. Al-Hujurat [49]:13 dan QS. An Nahl [16]:97 menegaskan bahwa ukuran kemuliaan manusia adalah takwa, bukan jenis kelamin. Analisis dengan metode double movement menelusuri dua gerakan yaitu pertama, memahami teks Al-Qur’an dalam konteks historisnya. Banyak ayat tentang perempuan turun untuk memperbaiki situasi sosial Arab pra-Islam yang menindas perempuan misalnya soal warisan, kesaksian, dan pernikahan. Kedua ialah menafsirkan kembali prinsip-prinsip moral universal (keadilan, kesetaraan, dan kemanusian) agar relevan dengan konteks modern. Rekontruksi fitrah perempuan sebagai berikut: (1) Hak untuk mengembangkan potensi diri dan berperan dalam ruang publik, (2) Kesetaraan spiritual dan sosial di hadapan Allah, (3) Pembebasan dari interpretasi patriarkal yang mengekang, (4) Pemaknaan ulang terhadap ayat-ayat yang dianggap membatasi perempuan melalui prinsip moral universal.

PDF