Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) pada Materi Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha untuk Meningkatkan Keaktifan belajar Siswa Kelas 8A di SMP Ma’arif 1 Ponorogo

Penulis

  • Huzain Al Aziz UIN Kiai Ageng Muhammad Besari
  • Rosita Fatmawati UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Royger Pratama W.D UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Sabtian Rengga F UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Ubaidah Al Sa’diyah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Kata Kunci:

PBL (Problem Based Learning), Sejarah, Keaktifan.

Abstrak

Artikel ini membahas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran sejarah di kelas 8A SMP Ma'arif 1 Ponorogo. Model pembelajaran PBL ini mendorong siswa untuk aktif melalui penyelesaian masalah nyata yang berhubungan dengan materi sejarah, sehingga siswa tidak hanya menjadi penerima pasif, melainkan juga pelaku aktif dalam proses belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi foto langsung di lapangan. Penerapan model PBL terbukti meningkatkan keaktifan siswa secara signifikan. Terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam berbagai aktivitas belajar seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan penyelesaian tugas secara mandiri maupun kolaboratif. Selain itu, PBL melatih siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan literasi mereka dalam memahami materi sejarah. Dengan pendekatan ini, siswa mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan masalah nyata di sekitarnya, yang membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih bermakna dan menarik. Proses belajar yang aktif dan berpusat pada siswa juga meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi belajar siswa. Mereka diajak untuk menemukan sendiri solusi atas permasalahan yang diberikan guru, sehingga pengetahuan yang diperoleh lebih melekat kuat dan tahan lama. Kesimpulannya, penerapan model Problem Based Learning merupakan strategi efektif untuk meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah di tingkat SMP, serta dapat diterapkan secara luas pada mata pelajaran IPS lainnya guna menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan.

Diterbitkan

2025-11-26

Terbitan

Bagian

Articles