Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Suhu Dan Kalor
Keywords:
kemampuan berpikir kritis, suhu dan kalor, deskirptif kuantitatifAbstract
Penelitian ini berfungsi sebagai bahan ajar fisika, tolak ukur untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas 7 pada suhu dan kalor. Metode asal penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Ngawi dengan jumlah 25 siswa merupakan subjek dari penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes tulis dengan soal essay yang di terapkan pada siswa menggunakan indikator kemampuan berpikir kritis menurut Ennis (1995) yaitu: 1. memberikan penjelasan, 2. membangun keterampilan dasar, 3. menyimpulkan, 4. membuat penjelasan lanjut, 5. strategi dan taktik. Berdasarkan hasil penelitan ini di peroleh presentase berpikir kritis siswa mempunyai rata-rata yang tergolong sedang dengan presentase 69,68 %. Di tunjukkan ari hasil presentase setiap indikatornya, 1. memberi penjelasan memiliki presentase 81,60 % dengan kategori sangat tinggi, 2. membangun keterampilan dasar memiliki presentase 74,80 % dengan kategori tinggi, 3. menyimpulkan memiliki presntase 58,40 % dengan kategori sedang, 4. membuat penjelasan lanjut memiliki presentase 74,40 % dengan kategori tinggi, 5. strategi dan taktik memiliki presentase 59,60 % dengan kategori sedang. Dari hasil penelitian menunjukan kemampuan berpikir kritis siswa tergolong kategori sedang. Kemampuan berpikir kritis siswa perlu di tingkatkan lagi, mengingat bahwa kemampuan berpikir kritis itu penting bagi siswa, maka diperlukan lagi peningkatan inovasi pembelajaran.
