Pemanfaatan Limbah Plastik Sablon Untuk Pemberdayaan Tanaman Toga dengan Kombinasi Media Tanah Liat dan Abu Dapur di Kelurahan Patihan Wetan Babadan Ponorogo
Keywords:
Limbah plastik sablon, tanaman TOGA, tanah liat dan abu dapurAbstract
TRI.A pencetakan sablon plastik yang terletak di Kelurahan Patihan Wetan, Babadan, Ponorogo awalnya didirikan hanya bertujuan untuk mencetak stiker dan papan nama untuk dipasang di toko, tetapi tanpa ada pelanggan yang justru memesan sablon plastik dan akhirnya berjalan sampai dengan saat ini. TRI.A sablon plastik dalam kegiatan produksinya menghasilkan limbah, terutama plastik. Plastik yang tercoret dalam proses penyablonan sudah tidak bisa digunakan lagi dan akhirnya menjadi limbah. Oleh karena itu, limbah yang dihasilkan dari produksi sablon plastik harus ditangani agar tidak terus menumpuk dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Berdasarkan hal ini peneliti melakukan pemberdayaan tanaman obat (TOGA) dengan memanfaatkan limbah dari produksi sablon untuk dijadikan polybag dalam penanaman tanaman obat keluarga. Berangkat dari hal ini maka kegiatan ini dapat mengubah plastik menjadi produk yang memiliki nilai manfaat. Kegiatan pemberdayaan tanaman obat keluarga sekaligus sosialisasi mengenai banyak manfaat yang terkandung dalam tanaman obat keluarga. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan tanaman obat keluarga. Hasil evaluasi melalui kegiatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pemberdayaan tanaman obat keluarga dapat dikatakan berhasil karena tanaman yang sudah terlihat tumbuh mencapai 50%. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan secara berkala dan merawat tanaman obat keluarga dengan baik. Kegiatan pemberdayaan tanaman obat keluarga sekaligus sosialisasi mengenai banyak manfaat yang terkandung dalam tanaman obat keluarga. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan tanaman obat keluarga. Hasil evaluasi melalui kegiatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pemberdayaan tanaman obat keluarga dapat dikatakan berhasil karena tanaman yang sudah terlihat tumbuh mencapai 50%. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan secara berkala dan merawat tanaman obat keluarga dengan baik. Kegiatan pemberdayaan tanaman obat keluarga sekaligus sosialisasi mengenai banyak manfaat yang terkandung dalam tanaman obat keluarga. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan tanaman obat keluarga. Hasil evaluasi melalui kegiatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pemberdayaan tanaman obat keluarga dapat dikatakan berhasil karena tanaman yang sudah terlihat tumbuh mencapai 50%. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan secara berkala dan merawat tanaman obat keluarga dengan baik.
