PENDAMPINGAN ASSET MANAGEMENT GUNUNG BAYANGKAKI SEBAGAI EKSPLORASI WISATA RELIGI DI KABUPATEN PONOROGO
PDF

Keywords

Gunung Bayangkaki, Wisata Religi, Aset, ABCD

Abstract

Gunung Bayangkaki memiliki aset yang unik serta patut untuk di kunjungi yaitu makam Religi Eyang Kalipoksumo yang terletak di Desa Temon Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan kondisi makam tersebut yang terletak pada puncak Gunung Bayangkaki, membuat warga Desa temon bersama karangtaruna memberdayakan aset tersebut. Oleh karena itu tim pengabdi KPM IAIN Ponorogo melakukan pendampingan atas pemberdayaan pengelolaan aset yang ada. Metode yang digunakan dalam pengabdian dilapangan ialah dengan menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development) dengan tahapan-tahapan mulai dari inkulturasi, Discovery, Design, Define, hingga Refleksi. Pemilihan penerapan metode tersebut adalah untuk mengupayakan dalam inovasi aset sebagai cikal bakal wisata religi guna menjadikan salah satu wisata religi popular di Kabupaten Ponorogo. Melalui metode ABCD yang diterapkan menghasilakan beberapa kegiatan dalam pendampingan seperti penanaman pohon, pembuatan Mushola dan MCK, Open donasi serta pembuatan sumber pengairan, sampai dengan Branding Media Digital sebagai bentuk inovasi promosi Gunung Bayangkaki kepada publik. Urgensi dari pemberdayaan aset tersebut merupakan fundamental dari inovasi untuk menjawab tantangan perkembangan zaman yang kedepannya akan menjadi jelajah religi serta tempat kunjungan yang bersifat spiritual maupun religius. Dengan beberapa kegiatan tersebut, Gunung Bayangkaki akan menjadi salah satu destinasi wisata religi baru dikabupaten Ponorogo.

PDF