Abstract
TPA An-Nur merupakan salah satu aset Desa Jatigunung yang masih diberikan izin untuk melaksanakan kegiatan offline atau tatap muka selama pandemi covid-19. Sayangnya, banyak sekali pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yang ditemukan selama observasi awal berlangsung. Hanya sedikit siswa yang menggunakan maskerdan tidak mencuci tangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Peneliti dan masyarakat sekitar berusaha mengembangkan aset berupa individu di TPA An-Nur menjadi lebih terlindungi dan berpengetahuan mengenai protokol kesehatan. Kemudian dilaksanakanlah serangkaian kegiatan berupa sosialisasi, pembagian masker, dan program pembiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah TPA berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari tercapainya target peserta sosialisasi, sebanyak 85% siswa TPA dapat ikut serta dalam kegiatan sosialisasi dan tingginya kedisiplian peserta terhadap program tindak lanjut tentang protokol kesehatan seperti lebih dari 20 dari 25 anak telah melaksanakan pembiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah TPA, serta 15-18 dari 25 anak menggunakan masker.
