PENDAMPINGAN BELAJAR DARING ANAK MELALUI RUMAH BELAJAR DI MASA COVID-19 DI DESA TOSANAN
PDF

Keywords

Pengabdian, Rumah Belajar, Pendidikan, ABCD

Abstract

Rumah Belajar yang terletak di desa Tosanan, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, sebelumnya belum ada, pertama kali dibentuk oleh para pemuda desa atas dorongan dari mahasiswa KPM IAIN Ponorogo. Persebaran covid-19 yang memburuk berdampak pada semua aktivitas, termasuk didunia pendidikan dengan pembelajaran secara daring. Kondisi tersebut menjadi kendala peserta didik dalam belajar. Melalui pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat diharapkan menjadi sumber manfaat bagi anaknya, khususnya solusi belajar anak. Program Rumah Belajar dengan kegiatan didalamnya secara daring (30%) dan luring (70%). Rumah Belajar dipilih sebagai program kegiatan pendidikan yang bersifat mendampingi anak secara privat dalam mengerjakan tugas dan menambah ilmu pengetahuan. Berbekal dari asset yang dimiliki desa Tosanan, program Rumah Belajar dapat terlaksana dengan baik. Dengan berjalannya waktu, Rumah Belajar mendapat antusiasme dan respon yang baik dari peserta didik serta orang tua / wali murid. Selama proses pelaksanaan Rumah Belajar, peserta didik selalu hadir dari awal mulai kegiatan sampai akhir kegiatan. Hal ini menjadikan kepuasan tersendiri dari para orang tua / wali murid, yang percaya bahwa anaknya belajar dengan sungguh-sungguh tanpa ada tugas terlewatkan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan ilmu pengetahuan peserta didik meningkat dan tugas-tugas sekolah dapat terselesaikan dengan baik. Untuk kedepannya dapat dikembangkan lagi program Rumah Belajar dengan peserta dan pengajar bertambah.

PDF