Abstract
Masjid Darush-Shobbar dan Poskamling merupakan wadah dalam rangka belajar terkhusus bagi anak-anak sekitar Dukuh Goran yang mana aset tersebut dimanfaatkan sebagai pos pendidikan. Namun, masyarakat setempat kurang memperhatikan fungsi lain masjid dan poskamling sehingga penggunannya tidak maksimal. Lain sisi, semangat belajar anak kian menurun. Kualitas belajar rendah disebabkan pembelajaran yang terkesan monoton sehingga anak jenuh pembelajaran daring imbas pandemi. Tak jarang kedapatan anak keluyuran ketika mendapatkan tugas sekolah. Permasalahan lain kurangnya pendampingan dari orangtua. Siswa Sekolah Dasar merupakan target utama diiringi antusias mengikuti kegiatan pendampingan ini. Masjid Darush-Shobbar dan poskamling Dukuh Goran inipun disulap menjadi prasarana belajar. Sambutan hangat warga sekitar menerima peserta KPM berguna demi kelancaran kegiatan sejak 5 Juli 2021 - 13 Agustus 2021. Metode ABCD (Asset Based Community Driven) yang menggali aset/potensi masyarakat Dukuh Goran. Program dimulai dari materi, pendampingan tugas sekolah, serta kegiatan Ekstrakurikuler. Hasil kegiatan ini menunjukkan kemampuan belajar di masa pandemi meningkat. Siswa mampu mengimplementasikan belajar nyaman walaupun hanya di rumah. Kekurangan dari kegiatan pengabdian yakni terkait keterlambatan waktu dengan waktu yang telah ditentukan. Maka dari itu, harapan program kegiatan ini kedepannya tetap terus dilaksanakan serta dikembangkan agar terciptanya generasi muda yang hebat.
