Abstract
Menjaga kesehatan sangatlah penting, di mana pencegahannya tidak boleh lengah. Protokol kesehatan harus terus diterapkan, dan ditaati di masa pandemi sekarang. Dampak dari adanya pandemi covid 19 tidak hanya pada perekonomian saja, namun pada semua sektor terlibat, mencari kerja pada masa pandemi sangatlah sulit. Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada karang taruna untuk meningkatkan kreatifitas, keterampilan juga skill mereka, dalam mengupayakan manfaat alam yang ada dan memanfaatkan barang yang masih bisa digunakan. Metode yang sesuai dengan aset yang dimiliki di Desa Tulung dengan adanya aset alam, aset sosial, dan aset personal maka peneliti melakukan penelitian menggunakan metode ABCD Asset Based Community Development di mana metode ini lebih mengutamakan terhadap manfaat-manfaat adanya aset alam yang berupa daun sirih dan jeruk nipis maupun potensi yang dimiliki masyarakat sekitar dengan memiliki bakat serta kemampuan yang dimiliki dan adanya komunitas dari karang taruna sebagai aset sosial. Partisipasi masyarakat dengan adanya pelatihan sangatlah antusias. Tujuan dari pembuatan masker selain untuk memberikan pelatihan kepada anak muda karang taruna Desa Tulung dan hasilnya akan dibagikan oleh masyarakat Desa Tulung yang tidak memakai masker saat keluar dari rumah dan juga berupaya memberikan penyuluhan kepada jamaah mushola. Sedangkan tujuan dari pembuatan hand sanitizer dari bahan alami daun sirih dan jeruk nipis untuk memanfaatkan bahan yang ada dan mudah ditemukan di masyarakat Desa Tulung untuk dijadikan hand sanitizer sebab masyarakat Desa Tulung khususnya pada usia lanjut lebih percaya pada pemanfaatan bahan alami yang memiliki kandungan yang baik
