Amanah Teknologi dalam Model Etis Pedagogis AI bagi Guru PAI

Authors

  • Mohammad Rohman Rifai Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia
  • Mambaul Ngadhimah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia
  • Rahmi Sonia Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia
  • Zennata Agustia Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia
  • M. Ainur Rohman Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia
  • Muchtar Arofat Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21154/aicied.v4i.1777

Keywords:

Amanah,Etika, Moedrasi Beragama

Abstract

Artikel Ini Membahas Amanah-Ai Sebagai Model Etis-Pedagogis Penggunaan Kecerdasan Buatan Bagi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Era Pedagogi Digital. Latar Belakang Kajian Ini Berangkat Dari Meningkatnya Pemanfaatan Generative Artificial Intelligence Dalam Penyusunan Bahan Ajar, Asesmen, Media, Dan Refleksi Pembelajaran, Sementara Praktik Penggunaannya Masih Menghadapi Persoalan Akurasi Sumber, Halusinasi Rujukan, Bias Algoritmik, Privasi Data, Ketimpangan Akses, Integritas Akademik, Dan Melemahnya Otoritas Spiritual-Pedagogis Guru. Tujuan Artikel Ini Adalah Merumuskan Kerangka Konseptual Yang Lebih Sederhana, Operasional, Dan Ilmiah Agar Guru Pai Mampu Menempatkan Ai Sebagai Asisten Pembelajaran, Bukan Sebagai Penentu Akhir Kebenaran Keagamaan. Penelitian Ini Menggunakan Pendekatan Kualitatif Konseptual Dengan Metode Integrative Literature Review. Sumber Data Dikumpulkan Melalui Studi Dokumentasi Terhadap Literatur Ai Dalam Pendidikan, Etika Teknologi, Pendidikan Islam, Maqasid Syariah, Moderasi Beragama, Kompetensi Guru, Dan Sustainable Development Goals. Analisis Dilakukan Melalui Empat Tahap, Yaitu Identifikasi Isu, Kategorisasi Tematik, Sintesis Konseptual, Dan Konstruksi Model. Hasil Kajian Menunjukkan Bahwa Pengembangan Guru Pai Berbantuan Ai Membutuhkan Prosedur Human-In-The-Loop Yang Menggabungkan Literasi Digital, Verifikasi Sumber, Pertimbangan Maslahat, Dan Evaluasi Dampak Akhlak. Model Amanah-Ai Dirumuskan Dalam Tujuh Tahapan, Yakni Akad Niat, Maslahat, Audit Data, Navigasi Sumber, Asistensi Ai, Human Review, Dan Akhlak-Impact. Akad Niat Menegaskan Bahwa Penggunaan Ai Harus Dimulai Dari Tujuan Pembelajaran Dan Nilai Pai Yang Jelas. Maslahat Mengarahkan Guru Untuk Menimbang Manfaat Dan Risiko Ai Berdasarkan Penjagaan Agama, Akal, Jiwa, Martabat, Dan Keadilan. Audit Data Menekankan Perlindungan Identitas Serta Informasi Sensitif Peserta Didik. Navigasi Sumber Menempatkan Tabayyun Digital Sebagai Kewajiban Akademik Dan Keagamaan, Terutama Ketika Materi Menyangkut Ayat, Hadis, Fikih, Sejarah Islam, Atau Isu Sosial-Keagamaan. Asistensi Ai Membatasi Peran Ai Pada Bantuan Pedagogis, Seperti Penyusunan Contoh, Rubrik, Pertanyaan Reflektif, Dan Diferensiasi Pembelajaran. Human Review Memastikan Keputusan Akhir Tetap Berada Pada Guru Melalui Pemeriksaan Akurasi, Bahasa, Konteks, Dan Moderasi. Akhlak-Impact Menilai Keberhasilan Penggunaan Ai Dari Tumbuhnya Kejujuran, Tanggung Jawab, Adab Digital, Dan Kepedulian Sosial Peserta Didik. Kebaruan Artikel Ini Terletak Pada Penyusunan Amanah-Ai Sebagai Model Integratif Yang Menghubungkan Etika Ai, Maqasid, Moderasi Beragama, Dan Sdgs Ke Dalam Prosedur Praktis Bagi Guru Pai. Model Ini Berimplikasi Pada Pelatihan Guru, Pengembangan Perangkat Ajar, Asesmen Autentik, Kebijakan Sekolah, Dan Penguatan Budaya Digital Yang Beradab. Secara Praktis, Model Ini Dapat Digunakan Sebagai Panduan Audit Sebelum, Selama, Dan Sesudah Guru Memanfaatkan Ai Di Kelas. Guru Dapat Memulai Dari Perumusan Tujuan, Memilih Data Yang Aman, Meminta Bantuan Ai Secara Terbatas, Memeriksa Keluaran Dengan Sumber Otoritatif, Lalu Mengubahnya Menjadi Aktivitas Belajar Yang Dialogis. Bagi Lembaga Pendidikan, Amanah-Ai Dapat Menjadi Rujukan Penyusunan Standar Operasional Penggunaan Ai Yang Menyeimbangkan Inovasi, Keamanan, Dan Nilai Keislaman. Keterbatasan Kajian Ini Berada Pada Sifat Konseptualnya Sehingga Memerlukan Validasi Empiris Melalui Pelatihan Guru, Observasi Kelas, Dan Pengukuran Dampak Terhadap Literasi Ai, Integritas Akademik, Serta Moderasi Peserta Didik. Penelitian Lanjutan Juga Perlu Menguji Efektivitas Rubrik Audit Etis Dan Penerapannya Pada Jenjang Sekolah, Madrasah, Serta Program Pendidikan Profesi Guru. Temuan Menegaskan Inovasi Digital Pai Harus Dikaitkan Dengan Amanah Keilmuan, Kemanusiaan, Dan Tujuan Pendidikan Islam Secara Kontekstual Di Sekolah Dan Madrasah Indonesia. Dengan Demikian, Amanah-Ai Menawarkan Dasar Ilmiah Bagi Pengembangan Profesional Guru Pai Agar Teknologi Digunakan Secara Kritis, Moderat, Inklusif, Dan Bertanggung Jawab.

References

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: ISTAC, 1999.

Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought, 2008.

Bandura, Albert. Social Learning Theory. Englewood Cliffs: Prentice-Hall, 1977.

Bittle, Kristin, et al. "Generative AI and Academic Integrity in Higher Education: A Systematic Review." Information 16, no. 4 (2025).

Brookfield, Stephen D. Becoming a Critically Reflective Teacher. San Francisco: Jossey-Bass, 1995.

Dewey, John. How We Think. Boston: D.C. Heath & Co., 1910.

García-López, Inmaculada María, and Laura Trujillo-Liñán. "Ethical and Regulatory Challenges of Generative AI in Education: A Systematic Review." Frontiers in Education 10 (2025).

Holmes, Wayne, Maya Bialik, and Charles Fadel. Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning. Boston: Center for Curriculum Redesign, 2019.

Kamali, Mohammad Hashim. Maqasid al-Shariah Made Simple. London: International Institute of Islamic Thought, 2008.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

Krathwohl, David R., Benjamin S. Bloom, and Bertram B. Masia. Taxonomy of Educational Objectives: Handbook II, Affective Domain. New York: David McKay, 1964.

Lickona, Thomas. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books, 2012.

Mayer, Richard E. Multimedia Learning. 3rd ed. Cambridge: Cambridge University Press, 2021.

Miao, Fengchun, and Wayne Holmes. Guidance for Generative AI in Education and Research. Paris: UNESCO, 2023.

Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.

Mujib, Abdul, and Jusuf Mudzakkir. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana, 2017.

Porayska-Pomsta, Kaska, Wayne Holmes, and Selena Nemorin. The Ethics of Artificial Intelligence in Education. London: Routledge, 2024.

Samani, Muchlas, and Hariyanto. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.

Schunk, Dale H. Learning Theories: An Educational Perspective. 6th ed. Boston: Pearson, 2012.

Smaldino, Sharon E., Deborah L. Lowther, Clif Mims, and James D. Russell. Instructional Technology and Media for Learning. 12th ed. Boston: Pearson, 2019.

Torraco, Richard J. "Writing Integrative Literature Reviews: Guidelines and Examples." Human Resource Development Review 4, no. 3 (2005): 356-367.

UNESCO. AI Competency Framework for Teachers. Paris: UNESCO, 2024.

UNESCO. Global Citizenship Education: Topics and Learning Objectives. Paris: UNESCO, 2015.

United Nations. Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: United Nations, 2015.

Zawacki-Richter, Olaf, Victoria I. Marín, Melissa Bond, and Franziska Gouverneur. "Systematic Review of Research on Artificial Intelligence Applications in Higher Education." International Journal of Educational Technology in Higher Education 16, no. 1 (2019).

Downloads

Published

2026-08-03